Jumat, 22 Oktober 2010

kota padang,kota tercinta

kota padang kota tercinta
begitulah banyak orang menyebutnya tapi mereka tak tahu bagaimana sejarang kota ini.
untuk itu saya akan mengulas sedikitnya tentang kota yang kita banggakan ini

sejarah singkat

Kota Padang berawal dari pemukiman di tepi air, tepatnya di muara (Sungai Batang Arau) ke (Samudera Hindia). Pada waktu itu Padang merupakan sebuah perkampungan nelayan kecil. Penduduk pada waktu itu terdiri atas orang-orang Rupit dan Tirau (Non Minangkabau). Mereka bekerja sebagai nelayan mengarungi samudera dengan kapal-kapal kecil mereka yang disandarkan di bibir muara. Pada abad ke–14 (1340-1375) Kota Padang dikenal sebagai kampung nelayan dengan sebutan [[Kampung Batung]] yang diperintah oleh [[Penghulu Delapan Suku]]. Tidak ada data yang pasti siapa yang memberi nama kota ini Padang. Yang jelas sejak kedatangan Bangsa Belanda ke kota ini, penduduknya sudah cukup banyak dengan bermukim disepanjang Sungai Batang Arau. Diperkirakan Kota Padang pada zaman dahulu berupa sebuah dataran atau padang yang sangat luas yang ditumbuhi semak-semak kecil, rumput-rumput, lalang, sikejut dan sebagainya. Oleh sebab itu orang-orang yang datang pertama kali memberi nama kota ini Padang.

Setelah berabad-abad dikuasai Kerajaan Pagarruyung (Minangkabau), pada abad ke-16 Daerah Pesisir Minangkabau termasuk Padang diserahkan oleh Besar Empat Balai (Majelis tertinggi di Kerajaan Minangkabau) kepada Kerajaan Aceh untuk membayar kesalahan raja Minangkabau pada raja Aceh. Pada abad ke-17 Kota Padang berhasil ditemukan [[VOC]] (Vereenigde Oost Indische Compagnie). Karena memiliki muara yang bagus dan besar VOC pun tertarik untuk membangun pelabuhan yang besar di Padang. Pada tahun 1667 VOC mendapat izin dari penghulu "Orang Kayo Kaciak" mendirikan Loji pertamanya di Padang. Izin ini diberikan sebagai imbalan kepada VOC yang telah membantu penduduk setempat membebaskan diri dari kekuasaan [[Kerajaan Aceh]]. Pendirian Loji ini memulai babak Penjajahan Barat di Kota Padang.

VOC lalu membangun Padang sebagai kota pelabuhan dan pemukiman baru. Kota Padang pun tumbuh menjadi kota bandar pelabuhan dan perdagangan yang ramai di pantai barat Sumatera. Bercongkolnya VOC di Kota Padang membuat masyarakat sekitar marah. Pada [[7 Agustus 1669]] merupakan puncak pergolakan masyarakat Pauh dan Koto Tangah melawan Belanda. Loji-loji Belanda di Muaro, Padang berhasil dikuasai. Peristiwa tersebut diabadikan sebagai tahun lahir Kota Padang. Namun kemudian pergolakan itu berhasil dilemahkan VOC.

Pada 31 Desember 1799 seluruh kekuasaan [[VOC]] diambil alih pemerintah Belanda dengan membentuk pemerintah kolonial. Kota Padang dijadikan pusat kedudukan [[Residen]] dan pusat pemerintahan wilayah [[Gouvernement Sumatra's Westkust]] yang meliputi [[Sumatera Barat]] dan [[Tapanuli]].

[[Berkas:Padang 1795.jpg|right|thumb|Padang tahun 1795]]
Pada 1 Maret 1906 lahir ordonansi yang menetapkan Padang sebagai daerah Cremente (STAL 1906 No.151) yang berlaku 1 April 1906.

Pada 9 Maret 1950, Padang dikembalikan ke tangan RI yang merupakan negara bagian melalui SK. Presiden RI Serikat (RIS), No.111 tanggal 9 Maret 1950.

Surat Keputusan Gubernur Sumatera Tengah No. 65/GP-50, tanggal 15 Agustus 1950 menetapkan Pemerintahan Kota Padang sebagai suatu daerah otonom sementara menunggu penetapannya sesuai UU No. 225 tahun 1948. Saat itu kota Padang diperluas, kewedanaan Padang dihapus dan urusannya pindah ke [[Walikota Padang]]. Pada 29 Mei 1958. [[Gubernur Sumatera Barat]] melalui Surat Keputusan No. 1/g/PD/1958 secara ''de facto'' menetapkan kota Padang menjadi ibukota propinsi [[Sumatera Barat]].

Tahun 1975 secara de jure Padang menjadi ibukota Sumatera Barat, yang ditandai dengan keluarnya UU No.5 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah. Kotamadya Padang dijadikan daerah otonom dan wilayah administratif yang dikepalai oleh seorang [[Walikota]].



perhubungan

Ada tiga ruas jalan utama yang menghubungkan Padang dengan kota-kota lain di Sumatera. Jalan ke utara menghubungkan Padang dengan [[Kota Bukittinggi|Bukittinggi]], dan di sana bercabang ke [[Kota Medan|Medan]] dan [[Kota Pekanbaru|Pekanbaru]]. Terdapat pula cabang jalan di dekat Lubuk Alung ke arah [[Kota Pariaman|Pariaman]]. Jalan ke timur menuju [[Kota Solok|Solok]] tersambung dengan Jalan Lintas Sumatera. Jalan ke selatan melintasi pantai barat Sumatera menghubungkan Padang dengan daerah [[Kerinci]] dan [[Bengkulu]], melalui [[Kota Painan]].

Terminal Regional Bingkuang (TRB) berada di Air Pacah selesai dibangun tahun [[1999]]. Terminal ini menggantikan Terminal Lintas Andalas di Olo Ladang. Penggunaan TRB ini tidak seperti yang diharapkan, dan sampai beberapa tahun sesudahnya belum juga dapat menggantikan terminal lama.[http://www.kompas.com/kompas-cetak/0310/21/daerah/634496.htm Akar Persoalan Terminal Bingkuang]

Penemuan cadangan batubara di [[Sawahlunto]] pada mendorong Pemerintah [[Hindia Belanda]] membangun rel kereta api, yang diselesaikan pada [[1896]]. Jalur kereta api ini selain menghubungkan Padang dengan Sawahlunto, juga mencapai Pariaman, Bukittinggi dan [[Kota Payakumbuh|Payakumbuh]]. Saat ini rel kereta api yang aktif hanyalah jalur Pariaman-Padang untuk kereta api wisata, dan Teluk Bayur-Indarung untuk pengangkutan semen.

Angkutan dalam kota dilayani oleh bis kota, mikrolet dan taksi. Selain itu di pusat kota masih dapat ditemukan bendi (sejenis kereta kuda), sedangkan ojek biasanya beroperasi di perumahan dan pinggiran kota.

Pelabuhan di Teluk Bayur melayani pengangkutan laut baik ke kota-kota lain di Indonesia maupun ke luar negeri. Pelabuhan ini dibuka pada [[1892]] dan dulunya bernama Emmahaven. Pelabuhan Muara Padang yang sampai abad ke-19 menjadi pusat pelayaran saat ini berfungsi sebagai tempat sandar kapal-kapal yang lebih kecil. Kedua pelabuhan ini dikelola PT Pelindo II.

Sampai tahun 2005 bandar udara Tabing melayani perhubungan udara Padang dengan kota-kota lain. Dengan selesainya pembangunan [[Bandar Udara Internasional Minangkabau]][http://www.kimpraswil.go.id/Humas/news2003/ppw260805ben.htm PRESIDEN RESMIKAN BANDARA INTERNASIONAL MINANGKABAU DAN RUAS JALAN TABING - DUKU] Situs resmi Departemen Kimpraswil di Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman, penerbangan sipil dialihkan ke bandara baru tersebut.



Pariwisata

[[Berkas:Museum_Adityawarman1.JPG|right|250px|thumb|Museum Adityawarman di Padang]]
Padang dikenal dengan legenda [[Siti Nurbaya]] dan [[Malin Kundang]]. Di bukit Muara, terdapat kuburan Siti Nurbaya dengan sebuah jembatan yang juga bernama Siti Nurbaya, sedangkan di pantai Air Manis terdapat batu [[Malin Kundang]]. Lokasi ini relatif ramai dikunjungi wisatawan di kala sore hingga malam hari.

Museum Adityawarman mengkhususkan diri pada sejarah dan budaya suku [[Minangkabau]], [[Suku Mentawai|Mentawai]] dan suku Nias.

Beberapa jam dari [[pantai Padang]] kearah Teluk Bayur terdapat pantai Caroline dan sebuah resort Wisata bernama [[Sikuai Resort]]. Di sore hari pantainya terkadang dilewati sekawanan lumba-lumba yang menambah daya tarik wisata.

Kota ini terkenal akan [[masakan Padang]], seperti [[Gulai]], [[Rendang]], [[Karupuak Sanjai]], Nasi Kapau dan [[Sate Padang]]. [[Restoran Padang]] banyak terdapat di seluruh kota besar di Indonesia. Meskipun begitu yang dinamakan sebagai masakan Padang sebenarnya dikenal oleh [[suku Minangkabau]] secara umum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar